loader

Manifesto Wangsa Jelita

Mengapa Wangsajelita Ada?

Selama lebih dari satu dekade dalam menjalankan usaha produk perawatan tubuh, kami mendapatkan kesempatan untuk berhubungan dekat dengan banyak perempuan Indonesia. Dari interaksi yang kami lakukan, kami mengamati beberapa hal sebagai berikut

  1. Kurangnya pilihan untuk solusi perawatan kulit sensitif

    Tidak banyak produk perawatan tubuh yang beredar di pasaran, yang bisa menjawab masalah jenis kulit sensitif. Padahal sebuah studi menyebutkan bahwa mayoritas individu, di berbagai geografis, mengidentifikasi dirinya memiliki jenis kulit sensitif.

  2. Pilihan perawatan tubuh yang tersedia untuk kulit sensitif saat ini umumnya dijual di harga yang jauh lebih tinggi dari harga produk umum di pasaran

    Walaupun mereka yang menyebutkan dirinya memiliki jenis kulit sensitif berasal dari latar belakang ekonomi yang berbeda-beda, produk yang bisa menjawab kebutuhan kulit sensitif yang ada di pasaran saat ini cenderung dijual dengan harga yang tinggi. Akibatnya, tidak semua individu bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

  3. Kurangnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan secara holistik, yang tidak terpaku hanya pada perawatan fisik

    Merawat tubuh adalah salah satu bentuk tanggung jawab yang perlu diambil oleh setiap individu. Akan tetapi kebutuhan individu tidak hanya terbatas pada kebutuhan fisik karena ada kebutuhan lain yang tidak kalah penting untuk dipenuhi, seperti kebutuhan emosi, mental, dan spiritual.

Ketiga hal di atas berdampak, khususnya pada perempuan, pada kepercayaan diri yang selanjutnya memengaruhi kemampuan untuk berkontribusi kepada sekitar.

Tujuan Yang Ingin Kami Capai

Wangsa Jelita berkomitmen untuk menyediakan produk/jasa/kegiatan yang menunjang kesehatan, khususnya perempuan, secara holistik. Dalam memenuhi komitmen tersebut, Wangsa Jelita menawarkan 3 hal.

  1. Produk perawatan tubuh alami (100% #NoHarmfulChemicals),
    • yang aman, efektif, dan spesifik dalam mengatasi masalah kulit, khususnya kondisi kulit sensitif
    • yang dijual dengan proses penetapan harga yang mempertimbangkan kebaikan bagi semua pihak

    Setiap produk perawatan tubuh yang kami tawarkan diformulasikan mengikuti Panduan Formulasi Wangsa Jelita.

  2. Produk/jasa/kegiatan yang membantu individu untuk semakin mengenal dan memahami dirinya
  3. Produk/jasa/kegiatan yang membantu individu untuk mengembangkan potensi diri.

Nilai Nilai Yang Penting di Wangsa Jelita

  1. Kesehatan secara holistik. Kami mengakui bahwa setiap individu adalah unik dan, oleh karena itu, kami menghormati perbedaan yang masing-masing individu perlukan untuk bisa menjadi sehat secara holistik. Kami mengambil tanggung jawab masing-masing dalam menjaga kesehatan diri, dan mendukung kesehatan orang-orang di sekitar kami dengan cara terbaik yang bisa kami berikan.
  2. Hubungan. Kami menyadari pentingnya hubungan sehat di dalam tim dalam mendukung kesehatan holistik setiap anggotanya. Kami berkomitmen untuk berusaha sebaik mungkin dalam melakukan hal-hal yang mendukung terjaganya hubungan yang sehat di dalam tim.
  3. Kejujuran. Kami menghargai kejujuran dalam pekerjaan yang kami lakukan. Kami bertanggung jawab dengan kata-kata yang kami ucapkan dan gunakan. Di saat yang sama, kami menyediakan ruang bagi setiap anggota tim untuk bisa menampilkan diri mereka sepenuhnya. /li>
  4. Manusiawi. Kami menerima bahwa setiap individu, tanpa kecuali, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Di saat yang sama, kami percaya setiap individu memiliki potensi untuk berproses, belajar dan berusaha menjadi dirinya yang lebih baik. Kami berkomitmen untuk sebaik mungkin mengakomodasi hal-hal yang bisa membantu setiap anggota tim untuk mampu menghormati dan menikmati proses yang mereka lalui.

Pinsip Kerja di Tim Wangsa Jelita

    1. Kami mengutamakan kesehatan holistik. Kami percaya bahwa Wangsa Jelita tidak akan mampu menyebarkan semangat untuk menjaga kesehatan holistik, jika kami tidak menghormati hal tersebut di dalam lingkaran kami sendiri. Dalam setiap pembuatan perencanaan dan pengambilan keputusan, kami akan mengutamakan kesehatan yang menyeluruh (fisik, emosi, mental, dan spiritual), baik untuk setiap anggota tim kami, maupun pihak-pihak yang terlibat.

Kami merayakan bahwa setiap individu memiliki multiperan.

    Kami menyadari bahwa keunikan individu datang dari berbagai peran yang dimiliki di dalam hidupnya. Hal ini juga yang menjadikan setiap individu memiliki kekuatannya masing-masing. Kami percaya bahwa tanggung jawab anggota tim kami di luar tanggung jawabnya di Wangsa Jelita berpotensi untuk memperkaya kemampuan dan pengetahuannya ketika kembali berinteraksi di Wangsa Jelita. Kami merayakan multiperan yang dimiliki setiap anggota tim kami dengan cara sebisa mungkin memudahkan mereka dalam menjalankan peran-peran yang dimilikinya.
  1. Kami mengukur kesuksesan berdasarkan perubahan yang terbentuk. Baik itu di level perusahaan, maupun individu, selama ada perubahan ke arah yang lebih baik, kami akan merayakannya sebagai bentuk keberhasilan.
  2. Kami percaya bahwa selalu ada ruang untuk perbaikan. Kami mensyukuri dan merayakan apa yang berhasil kami capai dan, di saat yang sama, mengambil waktu untuk mengevaluasi bagaimana kami bisa melakukannya dengan lebih baik, baik terkait proses maupun hasil. Kami berkomitmen untuk terus belajar dan mendukung satu sama lain dalam proses tersebut.
  3. Kami memilih cara yang benar dan baik. Kami taat dengan aturan yang telah disepakati. Ketika ada kesalahan, kami melihatnya sebagai ruang untuk belajar dan berkembang. Setiap anggota tim mengambil tanggung jawab untuk mengingatkan apa yang benar, dan melakukannya dengan niat dan cara yang baik.
  4. Kami mengutamakan komunikasi yang sehat. Kami percaya setiap individu adalah unik, dan karena itu, kami menghindari berasumsi tentang orang lain. Kami mengomunikasikan kepada tim kami batasan-batasan yang kami miliki serta dukungan yang kami butuhkan, agar kami bisa berkerja dengan optimal.
  5. Kami melihat apa yang kami kerjakan sebagai bentuk tanggung jawab. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi kepada sistem di mana dia berada. Kami memilih menjadi bagian dari Wangsa Jelita, dengan kesadaran bahwa ada tanggung jawab yang bisa kami ambil, dan kami berkomitmen untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya.
  6. Kami menyadari pentingnya mengambil waktu untuk beristirahat dan bermain. Dengan sadar dan bertanggung jawab, kami akan memprioritaskan waktu untuk beristirahat, bermain, termasuk bebas dari pekerjaan di Wangsa Jelita. Kami melihat hal-hal tersebut sebagai hal yang penting untuk kami penuhi, dan berupaya sebisa mungkin mengintegrasikannya dalam keseharian kami.

Prinsip-prinsip kerja di atas kami tetapkan dalam usaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang bermakna dan menunjang kesehatan holistik bagi setiap anggota tim kami.

Komitmen Bisnis Wangsa Jelita

  1. Halal. Kami berkomitmen untuk memastikan setiap produk Wangsa Jelita (termasuk di dalamnya bahan mentah dan kemasan) berasal dari bahan dan/atau dihasilkan melalui proses yang halal.
  2. Mendukung kesehatan holistik. Pengembangan produk/layanan Wangsa Jelita dirancang dengan tujuan untuk mendukung kesehatan holistik penggunanya. Di samping itu, kami menghargai bahwa setiap inidividu adalah unik, dan kami menggunakan informasi tersebut sebagai landasan dalam pengembangan produk/layanan yang kami buat.
  3. Mendukung inisiatif baik di nusantara. Kami melihat banyak inisiatif baik di nusantara yang tujuannya beririsan dengan tujuan Wangsa Jelita. Dan kami percaya kolaborasi adalah cara efektif dalam mencapai tujuan kolektif tersebut. Kami berkomitmen untuk proaktif dalam mencari pihak yang berpotensial dalam membangun kolaborasi tersebut.
  4. Perdagangan adil dengan komunitas lokal. Dalam setiap proses bisnis yang kami lakukan, kami mengutamakan sistem perdagangan yang adil, yang artinya tidak merugikan setiap pihak yang terlibat. Terutama dengan komunitas lokal sebagai pemasok bahan baku maupun produk, kami menjadikan kebutuhan mereka akan proses pembayaran yang cepat dan memudahkan sebagai prioritas kami.
  5. Klaim terpercaya. Kami bersungguh-sungguh dalam membuat klaim yang benar adanya.

RINCIAN PANDUAN KERJA DI WANGSA JELITA

Jika tidak ditentukan di area kerja tertentu, maka apa yang disebutkan berikut akan digunakan oleh anggota tim dalam setiap proses kerja.

Kepemimpinan

  • Struktur kepemimpinan di Wangsa Jelita saat ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan proses evaluasi dan penetapan standar kerja. Struktur kepemimpinan ini bisa berubah ke depannya, sesuai dengan kebutuhan yang muncul di masa yang akan datang.
  • Tidak seperti struktur legal perusahaan, secara operasional Wangsa Jelita tidak memiliki hierarki formal, yang artinya perusahaan berjalan tanpa dipimpin oleh satu orang atau sekelompok orang. Fungsi kepemimpinan didistribusikan di antara seluruh tim berdasarkan kompetensi, dan setiao anggota tim bisa tergabung di beberapa area kerja yang sifatnya tidak tetap.
  • Beberapa anggota tim ditunjuk sebagai Penanggung Jawab Area Kerja yang berfungsi untuk memastikan implementasi dan nilai-nilai Wangsa Jelita berjalan di area keja tersebut.
    1. Strategi Perusahaan: Nadya /li>
    2. HR: Nadya
    3. Keuangan: Nadya
    4. Produksi dan Supply Chain: Yasmin
    5. Sales dan Partnership: Nadya
    6. Design dan Branding: Ina
    7. Komunikasi dan Media Sosial: Nadya
    8. R&D: Nadya
    9. IT: Dadan
    10. Acara: Nadya
  • Hasil Area Kerja merupakan tanggung jawab bersama. Penanggung Jawab Area Kerja bukanlah orang yang bertanggung jawab akan hasil dari Area Kerja yang dimaksud, bukan juga orang yang harus selalu mengeksekusi setiap pekerjaan di Area Kerja tersebut. Struktur kepemimpinan di atas akan dievaluasi setiap tahunnya, dan bisa berubah sesuai dengan kebutuhan yang muncul di masa yang akan datang.
  • Struktur kepemimpinan di atas tidak membatasi komunikasi antara satu anggota tim dan yang lain, artinya, setiap anggota tim memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya. Perusahaan mendorong setiap anggota tim untuk mampu bisa mengomunikasikan pikirannya.

Pengambilan Keputusan

  • Jika tidak ditetapkan pada area kerja tertentu atau pada Dokumen Rincian Panduan Kerja ini, secara umum, setiap anggota tim berhak untuk mengambil keputusannya sendiri, dengan catatan, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan
    • Penanggung Jawab Area Kerja yang bersangkutan, dan
    • individu yang akan terdampak dari keputusan tersebut.
  • Konsultasi di atas artinya, setiap anggota tim tetap berhak untuk mengambil keputusannya sendiri, dan menjadikan saran yang diterima sebagai pertimbangan, bukan perintah.
  • Dalam proses konsultasi, anggota tim perlu memberikan kejelasan tentang apa yang dibutuhkan (saran/pendapat/bantuan/atau lainnya).
  • Untuk keputusan yang memberikan dampak kepada satu atau lebih anggota tim, anggota tim yang bersangkutan berhak untuk menyuarakan pendapatnya dengan menggunakan panduan yang disebut sebagai 5 tingkatan persetujuan, yaitu sebagai berikut:
    • 1: sangat setuju dan akan membantu dalam proses implementasi
    • 2: setuju, di saat yang sama memiliki sedikit keraguan/kekhawatiran akan keputusan tersebut. Akan membantu dalam proses implementasi

    • 3: memiliki keraguan/kekhawatiran, tetapi akan ikut apa pun keputusannya dan membantu dalam proses implementasi
    • 4: tidak akan menghalangi keputusan yang diambil, di saat yang sama, tidak setuju dan tidak akan ikut membantu dalam proses implementasi
    • 5: veto atau sangat tidak setuju. Sehingga tidak ada implementasi
  • Bentuk keraguan/kekhawatiran/ketidaksetujuan terhadap sebuah keputusan harus disampaikan dalam bentuk saran yang akan menjadikan keputusan tersebut menjadi (lebih) bisa diterima. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan diskusi yang berfokus pada solusi.
  • Setiap anggota tim berhak untuk membuat insiatif baru di luar area kerjanya. Terkait ini, konsultasi perlu dilakukan dengan area kerja tertentu,
    • Jika inisiatif memerlukan dana untuk pelaksanaannya: Keuangan
    • Jika inisiatif memerlukan perekrutan pegawai baru: Strategi Perusahaan
  • Jika muncul kesulitan yang tidak bisa diselesaikan dalam proses pengambilan keputusan, yang berpotensi pada munculnya konflik di antara anggota tim, Penanggung Jawab Strategi Perusahaan bertanggung jawab sebagai penengah dalam proses ini. Jika solusi tidak juga dapat ditemukan, maka keputusan akan diserahkan pada Direktur Utama Wangsa Jelita.

Keuangan

  • Secara umum, prioritas pengeluaran perusahaan adalah sebagai berikut:
    • Kompensasi pokok anggota tim
    • Kebutuhan operasional
    • Kebutuhan produksi
    • Kebutuhan marketing
  • Setiap anggota tim berhak untuk mendapatkan informasi terkait kondisi keuangan perusahaan, kecuali informasi yang melibatkan pihak di luar anggota tim, di mana kerahasiaan dari informasi tersebut sudah ditetapkan untuk dijaga.

Pengembangan dan Peluncuran Produk

  • Pengembangan produk wajib mengikuti dokumen Panduan Formulasi Wangsa Jelita.
  • Pengembangan produk ditetapkan wajib mempertimbangan (tanpa menjadikan patokan) beberapa poin berikut:
    • Produk yang akan dikembangkan menjawab salah satu/sebagian/seluruh masalah yang telah diidentifikasi oleh perusahaan sebagai masalah yang penting untuk dipecahkan
    • Produk yang akan dikembangkan dibuat menggunakan (minimal, satu) bahan baku yang sudah dipakai sebelumnya
  • Setiap produk yang akan diluncurkan harus memenuhi persyaratan berikut:
    • Harga jual retail produk yang akan diluncurkan adalah 4-6x nilai COGS Total
    • Nilai COGS Total adalah jumlah biaya yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang siap dikirim untuk pembeli (biaya bahan + biaya produksi + biaya kemasan primer + biaya kemasan sekunder)
    • Harga jual retail produk yang akan diluncurkan harus
      • 5% atau lebih di bawah harga jual produk brand lain (yang formulasinya memenuhi Panduan Formulasi Wangsa Jelita) dengan harga jual tertinggi, atau
      • 5% atau lebih di bawah rata-rata harga jual tiga produk brand lain (yang formulasinya memenuhi Panduan Formulasi Wangsa Jelita)

      Jika perkiraan harga jual retail dari produk yang akan diluncurkan tidak memenuhi kriteria di atas, maka formulasi ulang perlu dilakukan

  • Peluncuran produk serta pembuatan elemen-elemennya harus mengikuti Panduan Design dan Branding Wangsa Jelita.

- Komunikasi -

Komunikasi Antar Anggota Tim

  • Kejujuran disertai dengan penyampaian yang baik dan penuh hormat menjadi cara yang dipegang dalam setiap komunikasi.
  • Setiap anggota tim bertanggung jawab untuk bersama-sama menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota tim, untuk bisa menyampaikan pikiran dan pendapatnya.
  • Secara umum, setiap pertemuan, baik yang diadakan secara tatap muka langsung maupun virtual, dimulai dengan check-in dan diakhiri dengan check-out, yang bertujuan untuk memenuhi salah satu/sebagian/seluruh objektif berikut
    • memberikan ruang bagi setiap anggota tim yang terlibat untuk mampu menyiapkan diri sebelum memulai pertemuan
    • memberikan ruang untuk anggota tim semakin mengenal diri dan mengenal anggota tim yang lain
    • mempererat hubungan antara anggota tim
    • memberikan ruang untuk proses evaluasi
  • Setiap pertemuan antar anggota tim, baik yang diadakan secara tatap muka langsung maupun virtual, yang menghasilkan keputusan/kesimpulan terkait pekerjaan, wajib untuk didokumentasikan secara tertulis, yang selanjutnya disimpan di dalam folder yang telah ditentukan oleh Penanggung Jawab HR. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman ke depannya.
  • Setiap anggota tim berhak dan didorong untuk memberikan saran yang membangun untuk setiap anggota tim lainnya. Saran disampaikan dengan cara berfokus pada aksi yang dilakukan oleh anggota tim (bukan personal anggota tim), sehingga memudahkan anggota tim untuk menerima dan melakukan perbaikan di masa yang akan datang.
  • Jika tidak diatur di area kerja masing-masing, setiap anggota tim wajib mencatat dan melaporkan apa yang dikerjakan kepada Penanggung Jawab HR.

Strategi

  • Penanggung Jawab Strategi Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan setiap anggota tim memahami alasan Mengapa Wangsa Jelita Ada, Tujuan Yang Ingin Dicapai, dan strategi perusahaan secara umum.
  • Setiap enam bulan sekali, setiap Penanggung Jawab Area Kerja bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi bersama dengan anggota timnya, memastikan
    • perusahaan sebagai tempat kerja yang menunjang kesehatan holistik setiap anggota tim,
    • perusahaan sebagai tempat kerja yang memberikan kesempatan anggota tim untuk menjadi dirinya yang lebih baik, dan
    • strategi yang diambil ke depannya adalah strategi yang menciptakan proses dan hasil kerja yang lebih baik.
  • Setiap inisiatif/projek wajib dipimpin oleh seorang (atau lebih) pemimpin inisiatif/projek, yang selanjutnya bertanggung jawab untuk membuat dokumentasi projek/inisiatif dengan menyertakan informasi berikut:
    • saran dan komentar dari anggota tim yang terlibat, untuk bisa mendapatkan proses dan hasil yang lebih baik,
    • evaluasi hasil yang dicapai, dibandingkan dengan tujuan dari inisiatif/projek yang ditetapkan di awal.
  • Ketika sebuah inisiatif/projek berakhir, pemimpin dari inisiatif/projek tersebut bertanggung jawab untuk mendokumentasikan
    • tujuan yang ingin dicapai,
    • anggota tim yang terlibat,
    • tahapan proses (apa yang akan dikerjakan, kapan, oleh siapa).
  • Saran dan komentar dari pembeli produk/jasa dan/atau penerima manfaat perusahaan dikumpulkan secara rutin dan berkala, dan dijadikan sebagai pertimbangan untuk penetapan strategi selanjutnya.
  • Setiap tahun, Penanggung Jawab Strategi Perusahaan melakukan studi untuk mengumpulkan saran dan komentar dari pembeli produk/jasa dan/atau penerima manfaat perusahaan, yang selanjutnya dijadikan sebagai pertimbangan untuk penetapan strategi selanjutnya.
  • Minimal setiap satu tahun sekali, Panduan Formulasi Wangsa Jelita dievaluasi dan diperbarui sesuai dengan perkembangan penelitian terkini.
  • Panduan Formulasi Wangsa Jelita dibuat transparan dan dikomunikasikan kepada umum.

Kompensasi dan Waktu Kerja

  • Nilai kompensasi untuk setiap anggota tim dihitung dengan menggunakan skala kompensasi yang ditetapkan perusahaan dengan mempertimbangkan poin-poin berikut: Nilai kompensasi untuk setiap anggota tim adalah transparan untuk anggota tim lainnya.
    • Pengalaman kerja di area kerja (yang sama atau berkaitan) di mana dia ditempatkan di perusahaan Wangsa Jelita
    • Komitmen waktu yang diberikan oleh anggota tim untuk menjalankan tanggung jawabnya di Wangsa Jelita
  • Nilai kompensasi untuk setiap anggota tim adalah transparan untuk anggota tim lainnya.
  • Ketika keuangan perusahaan dalam kondisi yang sehat, kenaikan nilai kompensasi anggota tim diberikan dengan mempertimbangkan kinerja pada satu tahun sebelumnya.
  • Pada prinsipnya, waktu kerja anggota tim disesuaikan dengan kebutuhan area kerja di mana dia ditempatkan. Jika area kerja tidak membutuhkan waktu kerja yang selalu sama setiap waktu, maka anggota tim berhak untuk mengatur sendiri waktu kerjanya, dan bertanggung jawab mendokumentasikan waktu kerja tersebut dan menyampaikannya kepada penanggung jawab area kerja HR.
  • Untuk anggota tim yang memiliki jam kerja rutin, kompensasi tambahan akan diberikan untuk jam kerja tambahan yang sudah disepakati bersama Penanggung Jawab Area Kerja di mana dia bekerja.

- Resolusi Konflik -

Jika terjadi konflik, proses resolusi konflik akan mengikuti tahapan berikut:

  • Setiap anggota tim yang terlibat duduk bersama dan mencoba menyelesaikan konflik secara tertutup. Anggota tim yang mengusulkan proses ini wajib membuat permintaan yang jelas (bukan penilaian) dari anggota tim lain yang terlibat, yang selanjutnya harus menjawab permintaan dengan jelas ("ya", "tidak", atau usulan lain).
  • Jika anggota-anggota tim tersebut tidak dapat menemukan solusi yang cocok, mereka mencalonkan anggota tim lain yang mereka percayai untuk bertindak sebagai mediator (anggota tim yang diminta memiliki hak untuk menolak untuk menjadi mediator). Jika disetujui, anggota tim yang bertindak sebagai mediator akan mendukung para pihak dalam menemukan kesepakatan tetapi tidak dapat memaksakan resolusi.
  • Jika mediasi gagal, anggota tim lainnya yang ada di area kerja/projek bersangkutan bisa diundang untuk membantu proses mediasi. Peran anggota tim adalah mendengarkan dan membantu membentuk kesepakatan. Pendekatan ini tidak bisa memaksakan keputusan, tapi diharapkan dapat membawa beban moral yang cukup untuk mencapai kesimpulan.
  • Jika konflik ini berkaitan dengan peran Penanggung Jawab area kerja HR (diperlukannya proses perekrutan/pemecatan) dalam langkah akhir, Penanggung Jawab area kerja HR dapat disertakan dalam proses resolusi konflik untuk menambah beban moral dalam membuat keputusan akhir.
  • Teknik non-violent communication adalah panduan yang digunakan dalam proses komunikasi, dengan tujuan untuk memungkinkan anggota tim tidak menjadi defensive dan terbuka terhadap kritik.
    • Ketika aku melihat/mendengar/mengingat/membayangkan/…
    • Aku merasa …
    • Aku perlu/menghargai/membutuhkan ...
    • Bisa nggak kamu …
  • Tidak ada langkah resolusi konflik yang diperbolehkan jika mengarah pada timbulnya risiko hukum atau keuangan yang tidak dapat diterima oleh perusahaan dan/atau Direktur Utama untuk bertanggung jawab secara hukum. Jika ini terjadi, Direktur Utama dapat memberikan veto.

Penarikan dan Pelepasan pegawai

  • Setiap proses penarikan pegawai wajib dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:
    • Anggota tim menyampaikan Penanggung Jawab Area Kerja HR dan menyampaikan kebutuhan untuk merekrut anggota tim baru. Anggota tim yang menyampaikan tersebut selanjutnya akan diangkat menjadi supervisor dalam proses penarikan anggota tim baru, di mana dia bertanggung jawab untuk menjelaskan dan mempresentasikan kepada Penanggung Jawab Area Kerja HR atau anggota tim lainnya, jika diperlukan, hal-hal yang disebutkan di bawah ini
    • Wawancara dengan kandidat sebanyak, minimal, 3 kali, dengan anggota tim yang disebutkan di bawah
    • Setelah proses wawancara, dan sebelum dijadikan sebagai “Pegawai Tetap”, kandidat baru wajib melewati masa percobaan selama 3 bulan, yang bisa diperpanjang untuk waktu yang sama, sebanyak, maksimal 2 kali setelahnya, tergantung keputusan dari seluruh pewawancara. Evaluasi dilakukan di setiap akhir masa percobaan, yang bertujuan untuk menentukan status kepegawaian.
    • Kandidat akan diterima menjadi anggota baru jika seluruh pewawancara akhirnya menyatakan setuju untuk menerima kandidat, setelah masa percobaan 3 bulan.
  • Setiap anggota tim bertanggung jawab untuk menyelesaikan, jika ada, pekerjaan yang gagal dipenuhi, pertikaian, dan/atau ketidaksepakatan dengan anggota tim lainnya, melalui tahapan berikut:
    • Konflik wajib diselesaikan dengan cara Resolusi Konflik yang telah ditetapkan
    • Jika Resolusi Konflik tidak memberikan solusi yang dibutuhkan, Penanggung Jawab area kerja HR (berkonsultasi dengan pemilik perusahaan), akan memutuskan langkah selanjutnya: pemberian pelatihan/supervisi yang dibutuhkan, mediasi dengan pihak ketiga, atau pemecatan. Jika pilihan yang diambil adalah pemecatan, setiap anggota tim (kecuali anggota tim yang bersangkutan) wajib memberikan suara untuk ikut menentukan.
    • Jika mayoritas (lebih dari 50%) anggota tim sepakat, komunikasi yang jujur disertai dengan penyampaian yang baik dan penuh hormat perlu dilakukan antara Penanggung Jawab area kerja HR dengan anggota tim yang akan dipecat. Penanggung Jawab area kerja HR juga bertanggung jawab untuk berkonsultasi dengan anggota tim yang akan dipecat, bagaimana perusahaan akan mengomunikasikan kepada anggota tim lainnya dan pihak eksternal terkait proses ini.
    • Penanggung Jawab area kerja HR, bersama anggota tim yang terdampak dari keluarnya anggota tim, wajib menentukan langkah selanjutnya terkait distribusi pekerjaan.
  • Setiap anggota tim berhak untuk mengajukan pengunduran dirinya, dengan melewati tahapan-tahapan berikut:
    • Anggota tim mengajukan surat pengunduran dirinya kepada Penanggung Jawab area kerja HR, dengan menyebutkan hari terakhir kerja yang secepat-cepatnya adalah 30 hari setelah surat pengunduran diri diberikan.
    • Bersama Penanggung Jawab area kerja di mana dia berada, anggota tim yang mengundurkan diri menyusun langkah selanjutnya, terutama dalam hal pemindahtanganan tugas kepada anggota tim lainnya.
    • Penanggung Jawab area kerja HR menetapkan waktu proses pelepasan anggota tim yang mengundurkan diri dan mengundang anggota tim lainnya.
  • Penanggung jawab area kerja HR bertanggung jawab untuk memimpin proses perekrutan setiap anggota tim yang baru direkrut dan pelepasan setiap anggota tim yang keluar.

Presentasi Kepada Publik

  • Setiap anggota tim berkomitmen untuk terus menjalankan, mengembangkan, dan, jika diperlukan, memperbaiki Manifesto Wangsa Jelita. Karena itu, kami fokus pada usaha yang memberdayakan setiap anggota tim, tanpa kecuali, untuk berpartisipasi mengambil tanggung jawab tersebut.
  • Setiap anggota tim tidak mencantumkan status atau jabatan dalam komunikasi kami terhadap pihak eksternal, Jika diperlukan, anggota tim akan mencantumkan tanggung jawab yang dipegang di dalam perusahaan dalam komunikasinya dengan pihak eksternal. Langkah ini kami ambil dengan tujuan untuk memperkenalkan filosofi yang kami miliki dalam membangun perusahaan yang sehat secara holistik.
  • Manifesto Wangsa Jelita bersifat terbuka dan transparan, termasuk kepada pihak eksternal.
  • Setiap anggota tim memutuskan untuk tidak berfokus pada pemberian status untuk sekelompok orang di dalam tim. Secara umum, kami menyebut setiap anggota tim sebagai #WJteam.
  • Komunikasi kepada pihak eksternal terkait tampilan produk harus mengikuti Panduan Komunikasi dan Media Sosial Wangsa Jelita.